468x60 Ads

Di Mata Malaysia, Indonesia Negara Bodoh!

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta bersikap tegas menantang Malaysia lewat peperangan agar negara tersebut tidak lagi semena-mena mempermainkan kedaulatan hukum negara Indonesia.

Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mengaku tak habis pikir dengan sikap SBY selaku presiden dari bangsa yang besar namun tidak berani menghadapi Malaysia untuk menantang peperangan.

"Kalau terus-menerus sabar kita hanya akan menjadi bangsa yang bodoh dengan presiden yang tidak berdaya melawan Malaysia," ujar Syahganda kepada INILAH.COM Rabu (18/8).

Menurut Syahganda, bangsa Indonesia akan dihormati oleh bangsa manapun, jika pemimpinnya berani menyatakan kehormatannya secara ksatria, baik saat negaranya terganggu atau tidak dalam keadaan terganggu.

"Sedangkan sekarang ini kita dalam posisi sangat terganggu oleh Malaysia, seharusnya Presiden SBY tampil ke muka publik untuk menunjukkan karakternya sebagai pemimpin yang dapat membela negara dan rakyat, sehingga kehormatan kita menjadi terjaga di mata negara lain," jelasnya, lagi.

SBY selaku presiden sebutnya, dijamin oleh Undang-undang Dasar 1945 untuk menyatakan perang dengan negara lain, apabila dianggap rasa kedaulatan Indonesia terusik.

"Nah, yang terjadi sejauh ini kan bukan lagi terusik, tapi negara kita sudah terkoyak karena Malaysia sudah berkali-kali melanggar kedaulatan dan berupaya menganeksasi wilayah Indonesia, belum lagi pelanggaran hak azasi manusia atas warganegara kita yang bekerja di Malaysia dengan tidak manusiawi," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, tiga orang petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Jumat (13/8). Setelah menuai kecaman publik, akhirnya Selasa (17/8) tiga petugas KKP tersebut dibebaskan oleh pemerintah Malaysia. [mah]

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate