468x60 Ads

IBU CERMINAN WANITA TERHEBAT UNTUKKU

Ibu adalah orang yang ingin aku peluk Biar lebur rasa duka Biar aku basah di air matanya Biar hatiku tenang dalam curahan kasihnya Ibu di mataku, merupakan seorang wanita yang sejati. Tanpa lelah beliau bekerja keras dan kasihnya selalu tercurah pada anak-anaknya. Kulihat jemari Ibu yang kasar karena terlalu sering dipakai untuk memberikan cinta pada kami semua. Betapa beliau sangat lihai dalam menyajikan masakan lezat untuk kami, jemarinya tak pernah luput dari aktivitas, beliau mengerjakan semuanya dengan cermat dan ihsan. Mulai dari memasak, membuat kue, menjahitkan baju untukku, dan pekerjaan yang lain. Aku malu pada diri sendiri dan juga pada ibu, aku sering mengeluh ketika jemari tanganku melepuh karena terlalu sering mencuci piring. Padahal, pengorbanan Ibu tak sebanding dengan apa yang telah aku lakukan, Ibu tak pernah sedikit pun mengeluh dengan jemarinya yang kini mulai sangat kasar dan luka. Maafkan aku, Bunda! Aku masih ingat persis ketika Ibu sedang tak enak badan, beliau masih memaksakan diri tuk bekerja. Aku selalu bilang pada ibu untuk beristirahat dan jangan terlalu cape. Tapi, beliau selalu gigih dan tak kenal lelah, hingga itu semua menyadarkanku betapa aku selama ini terlalu banyak memanjakan diri, sehingga hanya sakit flu saja, sudah malas-malasan. Sekali lagi, aku malu pada ibu, terutama aku sangat malu pada-Mu Ya Rabbi.. Aku berharap semoga Bundaku menjadi bidadari syurga. Amien Ya Allah… Aku patut bersyukur memiliki ibu seperti ibuku kini, beliau adalah sosok yang bisa membuatku belajar dari kehidupan ini. Betapa perjuangannya tak mudah dalam menapaki hidup, selalu terbayang dalam benakku, betapa getirnya perjuangan ibuku dulu dan ibu memang sosok wanita yang berjiwa kuat dan mandiri. Salah satu sikap ibu pada anak-anaknya yaitu menanamkan kebersihan dan kerapihan di rumah. Beliau sering berkata bahwa hal pertama yang harus dilakukan ketika bangun tidur adalah membereskan tempat tidur, akan suasana hati orang di rumah dipengaruhi oleh kerapihan di rumah. “Bumi pabalatak teh caket pipaseaeun.” Itulah yang sering beliau ucapkan pada kami, anak-anaknya. Makanya, Ibu paling tidak suka kalau keadaan rumah kotor dan kesal kalau anak-anaknya tidak suka beres-beres. Oya, aku selalu ingat, kalau Ibu memanggil aku ataupun saudaraku, nama kami semua selalu tersebut. Misalnya, kalau Ibu memanggil Roofi, pasti ucapan latahnya keluar, menyebutkan semua anaknya. Aku tahu bahwa itu bukti, Ibu selalu ingat dan sayang sama kami semua, anak-anaknya. Duh, Ibu aku sayang Ibu… Beliau sering bercerita, dulu sejak kecil, beliau tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang lebih dari seorang ibu, bahkan perhatian dari orang tua tak pernah tercurah sedikit pun, betapa acuhnya kakek-nenekku (orangtua ibu) sampai-sampai sekolah pun tak diperhatikan sehingga ibu tak pernah mengenyam pendidikan yang normal seperti anak-anak yang lain ketika itu, kecuali hanya lulus SD saja. Kadang, aku selalu terharu dan tak kuasa menitikkan airmata mendengar curahan hati sang bunda. Aku salut padanya, aku kagum pada perjuangannya. Hingga aku mengambil kesimpulan, bahwa perhatian lebih yang selama ini ibu berikan padaku adalah tanda kasih yang tulus murni. Karena ibu tak mau anak-anaknya mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya dulu yang tak mendapatkan belaian kasih dari orangtua. Maafkan aku, Bu… yang selalu mengabaikan rasa cemasmu jika aku belum kunjung pulang. Maafkan aku yang pernah mengecewakan dan tanpa sadar menyakiti hatimu dengan semua tingkah dan ucapanku. Ibu merupakan orang yang aku jadikan tempat mencurahkan perasaanku. Kalau ada masalah, aku selalu bercerita padanya agar hatiku merasa lega dan nyaman. Kalau sesekali aku curhat, Ibu selalu menyelipkan gurauan untukku tentang siapa orang yang aku sukai. Hm.. aku malu sendiri kalau Ibu udah menyinggung-nyinggung tentang orang yang aku suka. Ibu pembawaannya tenang, tak seperti aku yang selalu slebor dan gereges gedebug (bahasa sundanya “tergesa-gesa”). Kini, aku bertekad kuat dalam hati, tuk selalu membahagiakan dan berusaha tuk tidak membuatmu kecewa. Walaupun kutahu, aku tak mungkin bisa membalas semua kasihmu yang tak terhingga, usahaku tak mampu mengganti tetesan peluh dan darah yang keluar dari mu. My Mom is My Inspiration. Bunda bagiku adalah sumber inspirasi yang berharga, aku selalu terinspirasi dari perjuangannya, kasih sayangnya, pengorbanannya, dan curahan hatinya padaku. Terima kasih, Bunda. Engkau adalah malaikat di hatiku. Ibu, cerminan wanita terhebat untukku. Ibu, aku selalu mencintaimu… Walau cintaku ini hanya setitik atom dibandingkan cintamu dengan massa yang begitu berat. Luv U Mom!

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate