468x60 Ads

NEGERI AIR YANG SUSAH AIR BERSIH

Kekayaan air Indonesia yang melimpah, ternyata tidak memberikan jaminan rakyat Indonesia untuk mendapatkan air bersih dengan mudah dan murah. Air bersih ternyata masih terlalu mahal, apalagi bagi masyarakat yang tinggal dan bermukim di pinggiran kali, sehari-hari mereka bergantung pada air kali yang tarcemar, entah ntuk mandi, mencuci, bahkan untuk memasak dan minum sehari-hari hingga buang air. Sebagian warga terpaksa membeli air bersih sementara air tanah sudah tercemar. Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaanya yang melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbaharui. Kalau kita tidak mengadakan perubahan radikal dalam cara kita memanfaatkan air, mungkin saja suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan tanpa pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi bagi kebanyakan negara. Indonesia memiliki enam persen potensi air dunia atau 21 persen potensi air di Asia Pasifik. Tapi ironisnya, setiap tahun Indonesia mengalami krisis air bersih secara kualitas maupun kuantitas. Sumber air alam semakin menyusut dan air bersih olahan semakin mahal. Sebanyak 13 sungai yang melewati ibukota Indonesia bahkan tercemar bakteri E-coli, termasuk 70 persen air tanahnya. Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga terhadap cemaran. Namun kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan. Kondisi identik juga dialami penduduk di banyak daerah lain di Indonesia. Dapat diartikan bahwa kelangkaan air bersih telah menjadi masalah utama kependudukan. Sayangnya, tidak tampak ada upaya konkret untuk mengatasinya, terbukti tiap tahun masalah minimnya persediaan air bersih selalu terjadi, malah semakin parah. Dengan semakin dihitungnya segala sesuatu berdasarkan keuntungan ekonomis, akibatnya prioritas pemanfaatan air lebih diberikan untuk kepentingan publik. Apalagi di saat sekarang, ketika privatisasi/swastanisasi air bersih digencarkan oleh pemerintah dengan tujuan memperoleh pemasukan bagi negara. Masalah yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak hendaknya menjadi perhatian serius pemerintah dalam setiap kebijakannya. Air merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan, termasuk kehidupan manusia. Artinya, air menjadi komponen utama untuk memenuhi hajat hidup manusia. Oleh karena itu, pemenuhan akan kebutuhan air merupakan bagian dari pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM). Selanjutnya, kecukupan dan keterjangkauan air bersih mencakup pemerataan distribusi dan mutu yang terjamin. Dalam konteks itulah, kita menaruh harapan bagi pemerintah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kenal ini agar dengan jelas mengurusi penyediaan air bersih bagi masyarakat. Namun, tentunya tugas ini tidak hanya menjadi beban dan tanggung jawab pemerintah berikut instansi terkaitnya. Kita semua turut berperan di dalamnya. Pemerintah perlu menata regulasi yang membuat manajemen pengelolaan air bersih bisa tertata dengan rapi. Disaat yang sama juga harus ada proteksi bagi sumber-sumber air bersih. Jalur distribusi harus dijaga dan ditata dengan baik. Kedepan, kita menginginkan agar krisis air bersih tidak sampai terjadi. Sebab, jika krisis air bersih terjadi,maka kesengsaraan bagi masyarakat kita akan semakin parah. Oleh karena itu, kita harus bangkit. Gerakan cepat harus dilakukan. Untuk itu, perilaku buruk yang membahayakan pada ketersediaan air bersih harus dirobah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate