468x60 Ads

KECELAKAAN TUGU TANI

Terlepas dari benar tidaknya kronologi kecelakaan Tugu Tani yang dikemukakan kuasa hukum Afriani Susanti ini, biarlah penyidikan polisi yang akan membuktikannya. Berikut adalah kronologis sebelum kecelakaan maut di Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat versi kuasa hukum Afriani Susanti sebagaimana dirilis oleh Okezone.com (Kamis, 26 Januari 2012). Malam itu ada tiga lokasi yang didatangi Afriani yakni sebuah kafe di Kemang, Hotel Borobudur dan diskotik Stadium. Sebelum kejadian maut ini, Afriani cs pergi ke Kemang untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan kliennya. “Dia ke Kemang ketemu sama rekan kerja. Ngomingin soal project iklan di sana,” kata kuasa hukum Afriani, Efrizal saat dihubungi, Kamis (26/1/2012). Setelah itu, lanjutnya, Afriani cs menghadiri pesta pernikahan di Hotel Borobudur seorang temannya. “Itu untuk pesta pernikahan temannya,” tambahnya. Baru setelah menghadiri pesta pernikahan tersebut, Afriani cs pergi ke sebuah klub malam di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. “Setelah itu dia ke Stadium,” jelasnya. Dia menambahkan, saat kejadian kecelakaan, Afriani tidak sedang mabuk. “Setelah dia pakai itu, dia langsung tinggi. Tapi memang tetap melek. Dia sadar enggak kenapa-kenapa. Jadi dia inistiaf sendiri setir mobil,” tambahnya. Karena letih, Afriani kemudian kehilangan kesadaran dan tak bisa mengendalikan mobil hingga menabrak dan menewaskan 9 orang di Gambir, Jakarta Pusat. “Yah karena mengkin capek pas bawa itu tidak ada kehilangan kesadaran dan enggak ada penghalang di depannya. Enggak ada bus, jadi waktu itu dia bilangnya ngakunya injak rem tapi tahu-tahu mobil kok malah tambah cepat sampai akhirnya nabrak para korban,” tambahnya. Setelah kejadian, Afriani langsung melapor ke ibundanya bahwa telah menabrak orang dan menewaskan 4 orang. “Dia lapor ke ibuya dia nabrak empat orang dia lihat tewas di depan dia,” ceritanya. (abe)

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate